Membangun Ketahanan Keluarga Muslim Dari Ancaman Liberalisasi

HTI Press. Keluarga merupakan sebuah institusi terkecil dalam masyarakat. Dari keluargalah awal sebuah generasi terbentuk. Itulah sebabnya, bangunan sebuah keluarga haruslah kuat supaya mampu menghasilkan generasi tangguh. Ketangguhan keluarga ditentukan oleh landasan pembangun keluarga. Landasan pembangun itu adalah aqidah. Aqidah Islam-lah yang menjadi dasar pemikiran semua anggota keluarga, yang akan menguatkan ketahanan keluarga tersebut.

Disisi lain, tumbuh suburnya kapitalisme yang ditopang oleh negara dalam mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara tentu membawa pengaruh bagi setiap keluarga. Kapitalisme yang menjunjung tinggi empat (4) macam kebebasan yaitu kebebasan beraqidah, kebebasan berpendapat, kebebasan bertingkah laku, dan kebebasan kepemilikan telah membuat eksistensi sebuah keluarga terancam.

Terkait dengan hal tersebut, pada Ahad (11/12), Muslimah HTI DPD II Tulungagung menggelar acara Sarasehan Muslimah di Aula Dinas Kesehatan yang dihadiri sekitar 200 peserta.

Dr. Nur Erlin dari Muslimah HTI DPD II Tulungagung memaparkan fakta rapuhnya keluarga muslim yang disebabkan faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu lemahnya aqidah kaum muslimin sehingga tidak memiliki visi dan misi hidup yang jelas, juga lemahnya pemahaman terhadap aturan-aturan Islam termasuk konsep pernikahan dan berkeluarga. “Sedangkan faktor eksternal yang membuat keluarga muslim semakin rapuh, adalah konspirasi asing untuk menghancurkan umat Islam dan keluarga muslim melalui serangan pemikiran dan budaya sekuler yang rusak dan merusak,” ungkap dr Nur. Caranya dengan membujuk masyarakat untuk mendukung nilai-nilai liberal. Faktor eksternal inilah yang saat ini sedang digencarkan oleh pengemban ideologi liberalisme kepada kaum muslimin.

Sedangkan Ustazah Nabila Asy Syafi’ie dari DPP Muslimah HTI memberikan gambaran dan profil keluarga muslim. Keluarga muslim haruslah dibangun berdasarkan ketaqwaan kepada Allah SWT, sehingga setiap anggota keluarga senantiasa berupaya menjalankan hak dan kewajiban menurut syariat Islam. Disamping itu keluarga muslim adalah keluarga yang punya tanggungjawab dan kepedulian untuk amar makruf baik di tingkat masyarakat maupun terhadap penguasa.

Acara diakhiri dengan renungan dan komitmen para peserta untuk berupaya menyelamatkan keluarga dari liberalisasi dengan turut memperjuangkan syariat Islam dalam segala aspek kehidupan, kemudian ditutup dengan do’a.[]

Posted on Desember 21, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: