Exum 2

Exum 1

Membentuk Keluarga Muslim Sejati Menuju Peradaban yang Sejahtera dan Bermartabat

Pengantar 

Keluarga adalah tempat pertama bagi setiap manusia memahami makna hidup.  Keluarga pula yang menjadi tempat pembinaan generasi calon pemimpin umat.  Tak disangsikan, peran orangtua yang vital dalam keluarga menjadi kunci kesuksesan keluarga, masyarakat dan bangsa.  Tak hanya itu, kesuksesan keluarga membina generasi pemimpin akan membawa pengaruh pada pembentukan peradaban dunia.  Sebab, dalam keluargalah sang calon pembangun peradaban (yaitu anak-anak) mendapatkan pendidikan pertamanya.

Sebagai lembaga terkecil dalam masyarakat yang memegang peranan penting, keluarga mempunyai setidaknya 8 (delapan) fungsi.  Pertama, fungsi reproduksi, yaitu dari keluarga dihasilkan anak keturunan secara sah.  Kedua, fungsi ekonomi yaitu keluarga sebagai kesatuan ekonomi mandiri, anggota keluarga mendapatkan dan membelanjakan harta untuk memenuhi keperluan.  Ketiga, fungsi sosialisasi, yaitu untuk memperkenalkan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.  Keempat, fungsi protektif, yaitu bahwa keluarga melindungi anggotanya dari ancaman fisik,ekonomis dan psiko sosial. Kelima, fungsi rekreatif, artinya keluarga merupakan pusat rekreasi bagi para anggotanya.  Keenam, fungsi afektif, bahwa keluarga memberikan kasih sayang.  Ketujuh, fungsi edukatif, yaitu memberikan pendidikan.  Kedelapan, fungsi relijius, artinya keluarga memberikan pengalaman keagamaan kepada para anggota.

Read the rest of this entry

Bagian Keempat: Islam, Penyelamat Generasi dari Ancaman HIV dan Seks Bebas

Khilafah Penyelamat Generasi

Berbeda dengan sistem kehidupan sekuler, sistem kehidupan Islam adalah sistem kehidupan yang membebaskan manusia dari segala rasa takut, demikian pula rasa takut akibat ancaman senjata biologi AS, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS QS 24:55, yang artinya, “Allah SWT berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh di antara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka; dan akan menukar (keadaan mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku tanpa mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku.  Siapa saja yang tetap kafir sesudah janji itu maka mereka itulah orang-orang yang fasik”.

 

Hal yang semakna juga diungkapkan Rasulullah SAW , beliau mengibaratkan sistem kehidupan Islam (Khalifah) sebagai pelindung. Yaitu pelindung dari segala yang akan membahayakan kehormatan, jiwa dan harta kaum muslimin, termasuk pelindung masyarakat dari ancaman kuman rekayasa AS, dan seks bebas, hadits itu berbunyi, yang artinya”Sesungguhnya iman (khalifah) itu laksana perisai, tempat orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya”.(HR Muslim).

Read the rest of this entry

Ketika Upaya Penanggulangan Justru Kian Lapangkan Jalan Penularan (Bagian Kedua)

Penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia secara umum mengadopsi strategi yang digunakan oleh UNAIDS. Lembaga internasional ini menetapkan beberapa langkah penanggulangan HIV/AIDS, antara lain: 100% kondom (kondomisasi) untuk memutus transmisi melalui seks bebas, serta subsitusi metadon dan pembagian jarum suntik steril sebagai upaya pengurangan dampak buruk (harm reduction) penggunaan narkoba suntik. Upaya penanggulangan HIV/AIDS versi UNAIDS ini telah menjadi kebijakan nasional yang diadopsi KPAN. Benarkah langkah ini ampuh untuk memutus transmisi penyakit pembunuh ini?

 

Kondomisasi

Kondomisasi (100% kondom) merupakan salah satu butir dari strategi nasional tersebut yang telah ditetapkan sejak tahun 1994 hingga sekarang.[1],[2] Kampanye pengunaan kondom awalnya dipopulerkan melalui kampanye ABCD, meliputi Abstinentia, Be faithful, Condom dan no Drug.[3]

Read the rest of this entry

SEKS BEBAS MERAJALELA, HIV/AIDS MENINGKAT

Hari AIDS nasional, 1 Desember 2010 disambut dengan berita peningkatan jumlah penderita HIV AIDS. Tahun 2010 penderita HIV/AIDS mencapai 130.000 orang (Antaranews.com 10 nov 2010). Menurut “National Trainer Care, Support and Treatment IMAI-HIV/AIDS”, dr Ronald Jonathan MSc, pada seminar dua hari “Global Diseases 2nd Continuing Professional Development” di  Bandarlampung, Sabtu dan Minggu, angka itu diperoleh berdasarkan perkiraan pengaduan penderita terinfeksi HIV/AIDS ke sejumlah rumah sakit, yang berjumlah tidak lebih dari sepersepuluh korban terinfeksi keseluruhan.

“Perkiraan saya, jumlah kasus terinfeksi HIV/AIDS hingga 2010 akan mencapai antara 93 ribu hingga 130 ribu kasus, dan prinsip fenomena gunung es yang berlaku mengatakan, jumlah penderita HIV/AIDS yang tampak hanyalah 5-10 persen dari jumlah keseluruhan,” katanya.

Read the rest of this entry

Pelaku Pemerkosaan di Angkot Pemain Lama

Pelaku perampokan dan pemerkosaan di angkutan kota disinyalir merupakan pemain lama yang sering menggunakan modus serupa untuk merampas barang korbannya. Pelaku beraksi dengan menggunakan angkot sewaan.

Kapolres Kota Depok Komisaris Besar Mulyadi Kaharni, mengatakan korban mengalami trauma dan depresi. Sampai saat ini, dia dirawat di Rumah Sakit Polri. Meskipun demikian, korban sudah bisa dimintai keterangan mengenai ciri-ciri pelaku.

Berdasarkan keterangan korban, kata Mulyadi, pelaku berjumlah empat orang yang semuanya laki-laki. Satu orang menyetir di depan, sementara tiga lainnya duduk di belakang. Mulyadi mengatakan, saat ini pihaknya telah menurunkan dua tim yang terdiri dari satuan reserse dan intel.

Dari data yang dimiliki polres, Mulyadi menduga pelaku pemerkosaan merupakan pemain lama. Hal itu terlihat dari modus operasi yang dilakukan tim tersebut.

Read the rest of this entry

Membangun Ketahanan Keluarga Muslim Dari Ancaman Liberalisasi

HTI Press. Keluarga merupakan sebuah institusi terkecil dalam masyarakat. Dari keluargalah awal sebuah generasi terbentuk. Itulah sebabnya, bangunan sebuah keluarga haruslah kuat supaya mampu menghasilkan generasi tangguh. Ketangguhan keluarga ditentukan oleh landasan pembangun keluarga. Landasan pembangun itu adalah aqidah. Aqidah Islam-lah yang menjadi dasar pemikiran semua anggota keluarga, yang akan menguatkan ketahanan keluarga tersebut.

Disisi lain, tumbuh suburnya kapitalisme yang ditopang oleh negara dalam mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara tentu membawa pengaruh bagi setiap keluarga. Kapitalisme yang menjunjung tinggi empat (4) macam kebebasan yaitu kebebasan beraqidah, kebebasan berpendapat, kebebasan bertingkah laku, dan kebebasan kepemilikan telah membuat eksistensi sebuah keluarga terancam.

Terkait dengan hal tersebut, pada Ahad (11/12), Muslimah HTI DPD II Tulungagung menggelar acara Sarasehan Muslimah di Aula Dinas Kesehatan yang dihadiri sekitar 200 peserta.

Read the rest of this entry

Disfungsi dan Disorientasi Ancam Keluarga Muslim Indonesia

Angka perceraian yang tinggi di Indonesia beberapa tahun terakhir menjadi ancaman yang cukup serius bagi keluarga Indonesia. Kapitalisme dan liberalisme dinilai menjadi penyebabnya.

Topik tersebut menjadi bahan diskusi dalam kunjungan silaturahim Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ke kantor Harian Umum Republika di Warung Buncit (16/12). Kunjungan tersebut diterima di antaranya oleh Wakil Pemimpin Redaksi Arys Hilman dan Wakil Redaksi Pelaksana Syahrudin El Fikri.

Juru bicara Muslimah HTI Iffah Ainur Rochmah menyampaikan, sistem kapitalisme berperan besar bagi kehancuran keluarga Indonesia, terutama keluarga Muslim. “Ada disfungsi dan disorientasi dalam keluarga saat ini,” ujarnya.

Disfungsi yang dimaksud adalah bahwa keluarga diposisikan semata sebagai institusi penunjang ekonomi rumah tangga. Banyak pernikahan, kata Iffah, yang dipertahankan untuk alasan ekonomi. Kasus ini banyak ditemukan pada pihak istri.

Hanya saja, meningkatnya kesadaran perempuan tentang emansipasi memungkinkan mereka memperoleh nafkah sendiri. “Pada kasus-kasus inilah banyak perempuan berani mengambil keputusan bercerai,” katanya, prihatin.

Read the rest of this entry

[AGENDA] Dialog Nasional Tokoh Perempuan Islam

Peran Strategis Keluarga, Ancaman dan Tantangan Masa Depan

Menghadirkan 200 orang Tokoh Perempuan Islam dari Berbagai Kota Besar di Indonesia, dari kalangan: Psikologi keluarga, Akademisi, Pemerhati Keluarga, Praktisi, Konsultan Keluarga dan Advokad Keluarga

Hari/ Tanggal: Kamis, 22 Desember 2011
Waktu: 09.00-14.30 WIB
Tempat: Auditorium Graha Nandika Sucofindo,, Jl. Raya Pasar Minggu Kav. 34, Jakarta Selatan

Contact Person
Eni Dwiningsih : 085717197646
Lesi Puspitawati : 081315834340

Read the rest of this entry